Kata Cinta Bijak

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa
penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas
dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian
membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk
memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk
melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping
hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati
pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu
menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang
mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu
pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang
menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu
begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih
mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya
walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau
mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu
masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari
telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup
dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu
dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata
dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun
mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya,
walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin
mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada
mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk
membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga
dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan katakata
cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta
yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan
orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita
harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan
kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi
membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh
menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita
menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,
tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak
pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu
seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan
bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus
membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu
memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan
kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan
hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang
satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda
mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu
sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada
guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala
musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai
mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan
yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak
menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu
inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang
kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia,
ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma
tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah
yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan,
kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela.
Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh
kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain
perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati
mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang

Renungan hidup

Ya…itulah yang perlu kita renungkan…
Kita hanya perlu ingat….bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya…biarlah…selama kita punya waktu luas…apa salahnya kita luangkan waktu untuk yang kita prioritaskan….
begitulah jln kehidupan yg t’kan prnh luput dri kekhilafanmnusia di cptakan dgn sgla kkurangan nmun jdikan kekurangn tuk memacu perbaikan syukur masih dlam kesadaran
bhw slama ini tlh bnyk kesalahan
pnyesalan memang di akhir prbuatan
smg smua itu dpt memjadi pelajaran
sesal tk ada guna tnpa perbaikan
bertobat dan mohon ampunan
atas sgala dosa yg tlh di perbuatkan
smg tuhan memberkahi kita dgn iman
itu seucap kata dri kelana smg kita smua dpt merenungkanya
Ketenangan…Ketentraman…Ketakutan…Mimpi sebuah jalan kehidupan, antara baik dan buruk Seandainya air mata itu masih ada, pasti ia kan menghujani gurun pasir, dan membuatkanya oase kehidupan. Yang menyejukan jiwa, yang mententramkan, dan mengayomi bathin.
ketika kita dihadapkan dengan hal tersebut, siapa yang akan menerima.
teman jauhpun tidak menginginkan sesuatu musibah itu terjadi pada kita Emang Lebih Baik Kita Renungkan.
Sepasang kaki tua berjalan
Menyusuri sepanjang trotoar
Asap dan debu (menjadi) nafasnya
Menjajakan dangangannya yang belum terjual

Seharian sudah dia (berkeliling)
Namun tidak satupun barang yang terjual
Tetapi (ia) tidak pernah putus asa
(Demi) mencari sesuap nasi

Adakah kalian peduli
(Dengan) apa yang diderita si kakek tua
Beruntung kalian dapat menikmati hidup
Sekalipun cukup namun tak kekurangan

Sedih aku menatap orang-orang yang (kurang) beruntung hidupnya
Tetapi aku tak bisa berbuat (lebih)
Terlalu banyak orang orang disekitar kita
Yang berjuang keras melawan nasib buruknya

Oh Tuhan
Jangan biarkan orang-orang seperti itu menderita
Bahagiakanlah mereka seperti ENGKAU membahagiakan kami
Agar kebahagiaan kami terbagi rata
(Serta) menjalani hidup (sesuai perintah-MU)
(Pun) menjauhi (larangan-MU)
Sesungguhnya kami ingin kebaikan di dunia dan akhirat
Amin amin ya robal alamin
saat kamu melewati jalanan
banyak kaki tua berjalan
apa yang kamu lakukan?
saat kamu melihat TV
ada sebuah bom akan meledak
apa yang kamu lakukan?
saat kamu melewati hutan
ada kelinci akan dimakan harimau
apa yang kamu lakukan?
saat kamu berpikir
banyak orang yang berpikir
tentu semua orang mengatakan
“tuhan tolong berkati mereka dan bahagiakan mereka”
saat kamu sedih
kamu menatap tanah
saat kamu bahagia
kamu menatap langit
apa yang tuhan lakukan dalam hidupmu?
bersyukurlah

 

Tolong Renungkan

Kegagalan atau keberhasilan? Saat kita berusaha meraih sesuatu kemudian kita tidak bisa meraihnya adalah sebuah kegagalan. Saya tidak mengatakan keberhasilan yang tertunda. Tetapi dibalik kegagalan tersebut ada keberhasilan lain, yaitu kita mengetahui cara meraih sesuatu yang salah, sehingga kita tidak akan mengulang cara tersebut.

Tentang CINTA

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan….

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan begitu pula cinta selama hayat masih dikandung badan cinta tak akan pernah padam tapi mesti diingat bahwa jangan mencintai dengan telalu takala ajal menjemput kekecewaan akan berlanjut…

Karena cinta tidak lebih dari reaksi candu kimia, atau setidaknya tidak seperti yang dipahami kebanyakan orang, sebenarnya bodoh sekali jika kita berpikir, “Gue udah ngga cinta lagi.” Yang ada adalah kita berhenti melakukan apa yang dahulu biasa dilakukan dan menyalahkan keadaan, kemalasan, keengganan tersebut pada sesuatu yang diistilahkan ‘out of love’, ‘kehabisan cinta,’ cinta yang jenuh,’ dan sejenisnya. Mendasari sebuah hubungan romansa pada seks, perasaan sayang dan cinta (sebagaimana dilakukan oleh pasangan yang belum cukup dewasa) ibarat menyimpan bom yang akan meledak bila waktunya tiba.

Cinta bukan lagi sebuah kabut mistis yang muncul dan hilang begitu saja. Dia juga bukan benda yang dimiliki (kata benda), melainkan sebuah keputusan yang dilakukan berulang-ulang (kata kerja). Seseorang yang baru saja ‘diputuskan dan kehilangan cinta’ berarti tidak perlu lagi menangisi berbulan-bulan akan cintanya yang hilang. Dia hanya perlu berdamai dengan rasa sakitnya tersebut dalam satu dua minggu, lalu kembali pada setumpuk agenda LOCA yang disebarkan dimana-mana. Seiring waktu, perasaan cinta itu akan kembali muncul bersemi, bahkan seringkali lebih mewah dan berkualitas dibanding sebelumnya. Demikian juga pasangan yang sudah merasakan ‘jatuh cinta’ sekarang bisa mengetahui apa saja yang perlu dipelihara agar hubungan romansa mereka tidak menguap hilang begitu saja.

 

jatuh cinta

Memang bener jatuh cinta itu hak setiap individu.
Cinta itu merupakan anugerah yang diberikan sang Pencipta kepada setiap makhluknya di dunia ini.

perasaan cinta memang murni dari hati yang terdalam, perasaan itu membuat kita selalu senang, bila kita terhanyut dalam perasaan itu, maka tindakan atau tingkah laku kita sering tidak wajar/tidak semestinya.

Siapa bilang cinta itu buta? malahan, cinta itu punya banyak mata dan melihat sampai kedasar hati yang tersembunyi.
Yang buta itu nafsu,,karena tidak bisa mengendalikan diri, apa yang seharusnya dilakukan.

Fenomena jatuh cinta

Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yg menari-nari di sekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh. Namun saat kita tidak mengharapkan, cinta hadir tanpa diundang. Kita pun tak bisa memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang, cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.

Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta, Bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta adalah untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah cinta yang kita inginkan akan datang pada saat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.

Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat2 kita, dan sesama. Dengan memberikan cinta, maka kita telah ’mengundang’ cinta untuk datang. Kita hanya perlu mebuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta-cinta yang terbang di sekeliling kita untuk akhirnya hinggap dan bersemayam di hati kita selamanya.

 

terima kasih teman

Lisan berkata lapar senang makan…
Hingga hitam ditampakkan kalam…
Sebagai hijab atas indera keenam…
Enggan berfikir hasil diutamakan…

Sekedar tahu tak mau bertanya…
Penting dijawab bukanlah jalan…
Berawal dimana berakhir entah…
Bedanya lisan si pencari makan…

Tanda kini pekat menghitam…
Saat lisan berlafadz hati terdiam…
Berkata mudah dari berbuat…
Terjerat dunia tersirat niat…

Tak sanggup atau bisakah…
Kosong tiada ingat kan dunia…
Kala hati melafadzkan tasbih…
Tanpa sedikit pun lisan tergerak…

 

Moga persahabatan yg terbina…
Menjadi nyawa buat kita…
Hingga keakhirnya…

Mengenalmu…
Satu anugerah terindah buatku…
Takkan mungkin terganti…

Sadarlah teman…
Kau begitu nyata bagiku…

persahabatan
sungguh indah jika ia berkekalan
sungguh menyakitkan jika ia penuh dengan pengkhianatan
ibarat cinta yang setia telah di mungkiri

persahabatan
kehidupan tanpa persahabatan
umpama hidup di dalam kegelapan
kesunyian bertemankan kekosongan

Filosifi Cinta

Pertama kita coba telaah tentang filosofi cinta, pada prinsipnya, cinta itu mengandung pengertian suatu pengorbanan, suatu pengabdian yg di dasari ketulusan hati nurani, tanpa tercemar oleh ‘hasutan’ piiran dan ego manusia. Sebagaimana kita tahu, 3 unsur yg membentuk pribadi kita adalah suara hati, jalan pikiran dan ego kita. Manusia yg ‘sempurna’ dalam arti yg balance, adalah manusia yg bisa menyatukan 3 unsur diri kita tersebut, disini permasalahannya, cinta yg sejati, yg murni yg bisa kita umpamakan hujan yg dgn iklas memmbasahi bumi dan tanaman, adalah cinta yg murni keluar dari hati nurani manusia, tanpa ‘campur tangan’ ego dan pikiran manusia, sebagaimana cinta kita kepada Tuhan.

 

Saat ku tlah jauh dari cinta namun cintanya mendekat
Saat ku buang jauh rasa cintanya namun cinta terpungut lagi
Saat ku ingin berlari dari cintanya cinta mendekapku
Aku terpaku di pagi ini,,,Tlah lama tak ku lihat lagi raut wajah dan senyumnya,,,namun pagi ini seolah membangkitkan rasa yang tlah kupendam 3waktu lalu,,,,
Dapatkah aku menjauh dari cintanya lagi…???

kata kata indah

Cinta itu harus tegas, kalo emang kalian berdua masih saling cinta, balikan aja. Pelan-pelan deketin ortunya dan tunjukkan kesungguhan. Orang Tua biasanya ingin melihat anaknya bahagia.

mengalah untuk menang, bersangka baiklah pada Tuhan yang mengatur hidup kita. besarnya cinta kita belum tentu baik buat kita di kemudian hari. dia lepas berarti kita akan mendapatkan yang jauh lebih baik.bukankah cinta tak selamanya harus memiliki?

HANYA BERKUBANG DALAM PERSOALAN YG TIADA HABIS-HABISNYA DENGAN BERBAGAI PERASAAN DAN PIKIRAN,

mimpi yang paling berkesan dan masih jadi pertanyaan besar dalam diri saya sampai saat ini adalah mimpi melihat bulan, mimpi didatangi beberapa kakek2 yang memberi nasehat dan ada salah seorang dari mereka yang memberikan ayat al-quran…

Kaya bisa berarti kaya harta benda.
Kaya bisa berarti kaya secara rohani.
Kaya bisa berarti kaya pengetahuan.
Kaya bisa berarti kaya secara jasmani, pengetahuan dan rohani.

“Kaya” yang sesungguhnya ialah hidup berkelimpahan. Tuhan sudah memberkati kita sehingga berkat itu bisa berlimpah untuk disalurkan kepada orang lain.
Pengetahuan kita bisa dilimpahkan kepada orang yang memerlukan. Harta benda dapat dilimpahkan kepada orang yang memerlukan, demikian juga kerohanian dapat dilimpahkan kepada orang yang memerlukannya.

Kritikan adalah sebuah kemestian untuk menguji kebenaran.
Dalam khazanah keilmuan Islam ada namanya ilmu Jarh wa ta’dil, yaitu ilmu kritik sanad. Dalam keilmuan ilmiyah kita juga mengenal kritikan sebagai alat uji. Orang yang tidak tahan kritik berarti tidak tahan uji kebenaran, orang yang tidak mau dikritik hanya orang yang tidak siap menerima kebenaran…

jangan pernah menganggap cinta itu harus indah selalu……..jalanilah dengan situasi apapun

Bertekadlah bahwa hidup yang sekali-kalinya ini tidak akan pernah merampas hak kebahagiaan dan ketenangan orang lain.

menurut saya pikirian dan perasanan sejalan. karena pola pikir kita akan membangun perasaan kita. tetapi dalam suatu hal kadang kala pikiran tidak sejalan dengan perasaan. karena pikiran selalu mengacu kepada logika sedangkan perasaan mengacu kepada hati nurani. orang yang punya hati nurani bisanya tidak menggunakan logika dalam berfikir. perasaan juga bisa mengubah pola pikir kita sehingga pikiran dan perasaan saling mendukung.

 

Ramalan Jayabaya

  1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran — Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
  2. Tanah Jawa kalungan wesi — Pulau Jawa berkalung besi.
  3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang — Perahu berjalan di angkasa.
  4. Kali ilang kedhunge — Sungai kehilangan mata air.
  5. Pasar ilang kumandhang — Pasar kehilangan suara.
  6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak — Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
  7. Bumi saya suwe saya mengkeret — Bumi semakin lama semakin mengerut.
  8. Sekilan bumi dipajeki — Sejengkal tanah dikenai pajak.
  9. Jaran doyan mangan sambel — Kuda suka makan sambal.
  10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang — Orang perempuan berpakaian lelaki.
  11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman— Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
  12. Akeh janji ora ditetepi — Banyak janji tidak ditepati.
  13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe— Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
  14. Manungsa padha seneng nyalah— Orang-orang saling lempar kesalahan.
  15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi— Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
  16. Barang jahat diangkat-angkat— Yang jahat dijunjung-junjung.
  17. Barang suci dibenci— Yang suci (justru) dibenci.
  18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit— Banyak orang hanya mementingkan uang.
  19. Lali kamanungsan— Lupa jati kemanusiaan.
  20. Lali kabecikan— Lupa hikmah kebaikan.
  21. Lali sanak lali kadang— Lupa sanak lupa saudara.
  22. Akeh bapa lali anak— Banyak ayah lupa anak.
  23. Akeh anak wani nglawan ibu— Banyak anak berani melawan ibu.
  24. Nantang bapa— Menantang ayah.
  25. Sedulur padha cidra— Saudara dan saudara saling khianat.
  26. Kulawarga padha curiga— Keluarga saling curiga.
  27. Kanca dadi mungsuh — Kawan menjadi lawan.
  28. Akeh manungsa lali asale — Banyak orang lupa asal-usul.
  29. Ukuman Ratu ora adil — Hukuman Raja tidak adil
  30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil— Banyak pejabat jahat dan ganjil
  31. Akeh kelakuan sing ganjil — Banyak ulah-tabiat ganjil
  32. Wong apik-apik padha kapencil — Orang yang baik justru tersisih.
  33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin — Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
  34. Luwih utama ngapusi — Lebih mengutamakan menipu.
  35. Wegah nyambut gawe — Malas untuk bekerja.
  36. Kepingin urip mewah — Inginnya hidup mewah.
  37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka — Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
  38. Wong bener thenger-thenger — Orang (yang) benar termangu-mangu.
  39. Wong salah bungah — Orang (yang) salah gembira ria.
  40. Wong apik ditampik-tampik— Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
  41. Wong jahat munggah pangkat— Orang (yang) jahat naik pangkat.
  42. Wong agung kasinggung— Orang (yang) mulia dilecehkan
  43. Wong ala kapuja— Orang (yang) jahat dipuji-puji.
  44. Wong wadon ilang kawirangane— perempuan hilang malu.
  45. Wong lanang ilang kaprawirane— Laki-laki hilang perwira/kejantanan
  46. Akeh wong lanang ora duwe bojo— Banyak laki-laki tak mau beristri.
  47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone— Banyak perempuan ingkar pada suami.
  48. Akeh ibu padha ngedol anake— Banyak ibu menjual anak.
  49. Akeh wong wadon ngedol awake— Banyak perempuan menjual diri.
  50. Akeh wong ijol bebojo— Banyak orang tukar istri/suami.
  51. Wong wadon nunggang jaran— Perempuan menunggang kuda.
  52. Wong lanang linggih plangki— Laki-laki naik tandu.
  53. Randha seuang loro— Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
  54. Prawan seaga lima— Lima perawan lima picis.
  55. Dhudha pincang laku sembilan uang— Duda pincang laku sembilan uang.
  56. Akeh wong ngedol ngelmu— Banyak orang berdagang ilmu.
  57. Akeh wong ngaku-aku— Banyak orang mengaku diri.
  58. Njabane putih njerone dhadhu— Di luar putih di dalam jingga.
  59. Ngakune suci, nanging sucine palsu— Mengaku suci, tapi palsu belaka.
  60. Akeh bujuk akeh lojo— Banyak tipu banyak muslihat.
  61. Akeh udan salah mangsa— Banyak hujan salah musim.
  62. Akeh prawan tuwa— Banyak perawan tua.
  63. Akeh randha nglairake anak— Banyak janda melahirkan bayi.
  64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne— Banyak anak lahir mencari bapaknya.
  65. Agama akeh sing nantang— Agama banyak ditentang.
  66. Prikamanungsan saya ilang— Perikemanusiaan semakin hilang.
  67. Omah suci dibenci— Rumah suci dijauhi.
  68. Omah ala saya dipuja— Rumah maksiat makin dipuja.
  69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi— Perempuan lacur dimana-mana.
  70. Akeh laknat— Banyak kutukan
  71. Akeh pengkianat— Banyak pengkhianat.
  72. Anak mangan bapak—Anak makan bapak.
  73. Sedulur mangan sedulur—Saudara makan saudara.
  74. Kanca dadi mungsuh—Kawan menjadi lawan.
  75. Guru disatru—Guru dimusuhi.
  76. Tangga padha curiga—Tetangga saling curiga.
  77. Kana-kene saya angkara murka — Angkara murka semakin menjadi-jadi.
  78. Sing weruh kebubuhan—Barangsiapa tahu terkena beban.
  79. Sing ora weruh ketutuh—Sedang yang tak tahu disalahkan.
  80. Besuk yen ana peperangan—Kelak jika terjadi perang.
  81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor—Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
  82. Akeh wong becik saya sengsara— Banyak orang baik makin sengsara.
  83. Wong jahat saya seneng— Sedang yang jahat makin bahagia.
  84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul— Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
  85. Wong salah dianggep bener—Orang salah dipandang benar.
  86. Pengkhianat nikmat—Pengkhianat nikmat.
  87. Durjana saya sempurna— Durjana semakin sempurna.
  88. Wong jahat munggah pangkat— Orang jahat naik pangkat.
  89. Wong lugu kebelenggu— Orang yang lugu dibelenggu.
  90. Wong mulya dikunjara— Orang yang mulia dipenjara.
  91. Sing curang garang— Yang curang berkuasa.
  92. Sing jujur kojur— Yang jujur sengsara.
  93. Pedagang akeh sing keplarang— Pedagang banyak yang tenggelam.
  94. Wong main akeh sing ndadi—Penjudi banyak merajalela.
  95. Akeh barang haram—Banyak barang haram.
  96. Akeh anak haram—Banyak anak haram.
  97. Wong wadon nglamar wong lanang—Perempuan melamar laki-laki.
  98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe—Laki-laki memperhina derajat sendiri.
  99. Akeh barang-barang mlebu luang—Banyak barang terbuang-buang.
  1. Akeh wong kaliren lan wuda—Banyak orang lapar dan telanjang.
  1. Wong tuku ngglenik sing dodol—Pembeli membujuk penjual.
  2. Sing dodol akal okol—Si penjual bermain siasat.
  3. Wong golek pangan kaya gabah diinteri—Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
  4. Sing kebat kliwat—Yang tangkas lepas.
  5. Sing telah sambat—Yang terlanjur menggerutu.
  6. Sing gedhe kesasar—Yang besar tersasar.
  7. Sing cilik kepleset—Yang kecil terpeleset.
  8. Sing anggak ketunggak—Yang congkak terbentur.
  9. Sing wedi mati—Yang takut mati.
  10. Sing nekat mbrekat—Yang nekat mendapat berkat.
  11. Sing jerih ketindhih—Yang hati kecil tertindih
  12. Sing ngawur makmur—Yang ngawur makmur
  13. Sing ngati-ati ngrintih—Yang berhati-hati merintih.
  14. Sing ngedan keduman—Yang main gila menerima bagian.
  15. Sing waras nggagas—Yang sehat pikiran berpikir.
  16. Wong tani ditaleni—Orang (yang) bertani diikat.
  17. Wong dora ura-ura—Orang (yang) bohong berdendang.
  18. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane—Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
  19. Bupati dadi rakyat—Pegawai tinggi menjadi rakyat.
  20. Wong cilik dadi priyayi—Rakyat kecil jadi priyayi.
  21. Sing mendele dadi gedhe—Yang curang jadi besar.
  22. Sing jujur kojur—Yang jujur celaka.
  23. Akeh omah ing ndhuwur jaran—Banyak rumah di punggung kuda.
  24. Wong mangan wong—Orang makan sesamanya.
  25. Anak lali bapak—Anak lupa bapa.
  26. Wong tuwa lali tuwane—Orang tua lupa ketuaan mereka.
  27. Pedagang adol barang saya laris—Jualan pedagang semakin laris.
  28. Bandhane saya ludhes—Namun harta mereka makin habis.
  29. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan—Banyak orang mati lapar di samping makanan.
  30. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara—Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
  31. Sing edan bisa dandan—Yang gila bisa bersolek.
  32. Sing bengkong bisa nggalang gedhong—Si bengkok membangun mahligai.
  33. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil—Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
  34. Ana peperangan ing njero—Terjadi perang di dalam.
  35. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham—Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
  36. Durjana saya ngambra-ambra—Kejahatan makin merajalela.
  37. Penjahat saya tambah—Penjahat makin banyak.
  38. Wong apik saya sengsara—Yang baik makin sengsara.
  39. Akeh wong mati jalaran saka peperangan—Banyak orang mati karena perang.
  40. Kebingungan lan kobongan—Karena bingung dan kebakaran.
  41. Wong bener saya thenger-thenger—Si benar makin tertegun.
  42. Wong salah saya bungah-bungah—Si salah makin sorak sorai.
  43. Akeh bandha musna ora karuan lungane—Banyak harta hilang entah ke mana
  44. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe—Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
  45. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram—Banyak barang haram, banyak anak haram.
  46. Bejane sing lali, bejane sing eling—Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
  47. Nanging sauntung-untunge sing lali—Tapi betapapun beruntung si lupa.
  48. Isih untung sing waspada—Masih lebih beruntung si waspada.
  49. Angkara murka saya ndadi—Angkara murka semakin menjadi.
  50. Kana-kene saya bingung—Di sana-sini makin bingung.
  51. Pedagang akeh alangane—Pedagang banyak rintangan.
  52. Akeh buruh nantang juragan—Banyak buruh melawan majikan.
  53. Juragan dadi umpan—Majikan menjadi umpan.
  54. Sing suwarane seru oleh pengaruh—Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
  55. Wong pinter diingar-ingar—Si pandai direcoki.
  56. Wong ala diuja—Si jahat dimanjakan.
  57. Wong ngerti mangan ati—Orang yang mengerti makan hati.
  58. Bandha dadi memala—Hartabenda menjadi penyakit
  59. Pangkat dadi pemikat—Pangkat menjadi pemukau.
  60. Sing sawenang-wenang rumangsa menang — Yang sewenang-wenang merasa menang
  61. Sing ngalah rumangsa kabeh salah—Yang mengalah merasa serba salah.
  62. Ana Bupati saka wong sing asor imane—Ada raja berasal orang beriman rendah.
  63. Patihe kepala judhi—Maha menterinya benggol judi.
  64. Wong sing atine suci dibenci—Yang berhati suci dibenci.
  65. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat—Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
  66. Pemerasan saya ndadra—Pemerasan merajalela.
  67. Maling lungguh wetenge mblenduk — Pencuri duduk berperut gendut.
  68. Pitik angrem saduwure pikulan—Ayam mengeram di atas pikulan.
  69. Maling wani nantang sing duwe omah—Pencuri menantang si empunya rumah.
  70. Begal pada ndhugal—Penyamun semakin kurang ajar.
  71. Rampok padha keplok-keplok—Perampok semua bersorak-sorai.
  72. Wong momong mitenah sing diemong—Si pengasuh memfitnah yang diasuh
  73. Wong jaga nyolong sing dijaga—Si penjaga mencuri yang dijaga.
  74. Wong njamin njaluk dijamin—Si penjamin minta dijamin.
  75. Akeh wong mendem donga—Banyak orang mabuk doa.
  76. Kana-kene rebutan unggul—Di mana-mana berebut menang.
  77. Angkara murka ngombro-ombro—Angkara murka menjadi-jadi.
  78. Agama ditantang—Agama ditantang.
  79. Akeh wong angkara murka—Banyak orang angkara murka.
  80. Nggedhekake duraka—Membesar-besarkan durhaka.
  81. Ukum agama dilanggar—Hukum agama dilanggar.
  82. Prikamanungsan di-iles-iles—Perikemanusiaan diinjak-injak.
  83. Kasusilan ditinggal—Tata susila diabaikan.
  84. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi—Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
  85. Wong cilik akeh sing kepencil—Rakyat kecil banyak tersingkir.
  86. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil—Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
  87. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit—Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
  88. Lan duwe prajurit—Dan punya prajurit.
  89. Negarane ambane saprawolon—Lebar negeri seperdelapan dunia.
  90. Tukang mangan suap saya ndadra—Pemakan suap semakin merajalela.
  91. Wong jahat ditampa—Orang jahat diterima.
  92. Wong suci dibenci—Orang suci dibenci.
  93. Timah dianggep perak—Timah dianggap perak.
  94. Emas diarani tembaga—Emas dibilang tembaga
  95. Dandang dikandakake kuntul—Gagak disebut bangau.
  96. Wong dosa sentosa—Orang berdosa sentosa.
  97. Wong cilik disalahake—Rakyat jelata dipersalahkan.
  98. Wong nganggur kesungkur—Si penganggur tersungkur.
  99. Wong sregep krungkep—Si tekun terjerembab.
  100. Wong nyengit kesengit—Orang busuk hati dibenci.
  101. Buruh mangluh—Buruh menangis.
  102. Wong sugih krasa wedi—Orang kaya ketakutan.
  103. Wong wedi dadi priyayi—Orang takut jadi priyayi.
  104. Senenge wong jahat—Berbahagialah si jahat.
  105. Susahe wong cilik—Bersusahlah rakyat kecil.
  106. Akeh wong dakwa dinakwa—Banyak orang saling tuduh.
  107. Tindake manungsa saya kuciwa—Ulah manusia semakin tercela.
  108. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi—Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
  109. Wong Jawa kari separo—Orang Jawa tinggal setengah.
  110. Landa-Cina kari sejodho — Belanda-Cina tinggal sepasang.
  111. Akeh wong ijir, akeh wong cethil—Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
  112. Sing eman ora keduman—Si hemat tidak mendapat bagian.
  113. Sing keduman ora eman—Yang mendapat bagian tidak berhemat.
  114. Akeh wong mbambung—Banyak orang berulah dungu.
  115. Akeh wong limbung—Banyak orang limbung.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.