Benteng Vastenburg

desy 064

Di kota Surakarta terdapat pula bekas peninggalan kolonial Belanda yaitu Benteng Vastenburg yang dulu digunakan sebagai pusat pengawasan kolonial Belanda untuk mengawasi gerak-gerik Keraton Kasunanan, namun sekarang keadaannya tidak terurus, di pusat kota Surakarta di dekat (sejalan dengan) Balaikota Surakarta. Dulu bangunan ini bernama “Grootmoedigheid” dan didirikan oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745. Benteng ini dahulu merupakan benteng pertahanan yang berkaitan dengan rumah Gubernur Belanda. Benteng dikelilingi oleh kompleks bangunan lain yang berfungsi sebagai bangunan rumah tinggal perwira dan asrama perwira. Bangunan benteng ini dikelilingi oleh tembok batu bata setinggi enam meter dengan konstruksi bearing wall serta parit dengan jembatan angkat sebagai penghubung. Setelah kemerdekaan pernah berfungsi sebagai kawasan militer dan asrama bagi Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya / Kostrad. Bangunan di dalam benteng dipetak-petak untuk rumah tinggal para prajurit dengan keluarganya.

Gedung Brigade Infanteri

Gedung Brigade Infanteri merupakan bangunan yang dibangun untuk melengkapi kompleks benteng pertahanan Vastenburg.

Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Masa 1945-1950 Sejarah Brigif-6 diawali dengan penyusunan Komando Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Surakarta pada tanggal 17 Oktober 1945 oleh GPH Poerbonegoro dengan nama Divisi Istimewa TKR. Divisi ini kemudian menggunakan nama lagi sebagai Divisi X TKR. Pada tanggal 24 Januari 1946 Divisi X TKR diganti namanya menjadi Divisi IV/Panembahan Senopati dengan kekuatan 4 Resimen TRI termasuk Resimen-26 dan 6 Resimen dari Badan-badan Perjuangan. Komandan adalah Jenderal Mayor Soetarto. Resimen-Resimen dalam Divisi IV/Panembahan Senopati [A. Resimen dari TRI 1. Resimen 23 – Komandan: Sutedjo Haryoko 2. Resimen 24 – Komandan: S Sudiarto 3. Resimen 25 – Komandan: A.Fadjar 4. Resimen 26 – Komandan: Suadi Khusus Resimen 26 dipimpin Letkol Suadi, adapun susunannya : 1. Batalyon Soeharto di Beteng Solo 2. Batalyon Koesmanto di Panasan 3. Batalyon Soenitiyoso di Klaten 4. Batalyon Slamet Riyadi di Pacitan B. Resimen dari Badan Perjuangan 1. Resimen 1 Laskar Rakyat-Letkol Subandi 2. Resimen 2 Barisan Banteng Republik Indonesia-Anwar santoso 3. Resimen 3 BBRI- Gunardjo 4. Resimen 4 Laskar Merah-Budihardjo 5. Resimen 5 BPRI-Mardjuki 6. Resimen 6 Hizzbullah-Munawar Komando Pertempuran Panembahan Senopati Bulan Mei 1948 dibentuk Komando Pertempuran Panembahan Senopati atau KPPS yang berkekuatan 5 Brigade meliputi: 1. Brigade V/KPPS (d/h Resimen 26) dengan komandan Letnan Kolonel Suadi Suromihardjo 1. Batalyon Soeharto 2. Batalyon Sudigdo 3. Batalyon Slamet Riyadi 4. Batalyon Soenitiyoso 2. Brigade VI dengan komandan Letnan Kolonel Sudiarto 1. Batalyon Purnawi 2. Batalyon Koesmanto 3. Batalyon Yusmin Singomenggolo 4. Batalyon Sutarno 3. Brigade VII dengan komandan Letnan Kolonel Jadau 1. Batalyon Maryono 2. Batalyon Sutarno 3. Batalyon Suyadi 4. Batalyon Esmoro Sugeng 4. Brigade VIII dengan komandan Letnan Kolonel Iskandar 1. Batalyon Munawar 2. Batalyon Djalimin 3. Batalyon Suwitoyo 4. Batalyon Sudlajat 5. Brigade IX dengan komandan Letnan Kolonel Suyoto, belum tersusun dan didominasi satuan TLRI di Purwodadi. Masa 1950-1960 Pada tanggal 1 Januari 1950, Komandan Brigade V Divisi II diserahkan ke Letkol Slamet Riyadi (gugur di Ambon dalam penumpasan RMS 1950). Dalam penumpasan tersebut juga diikutkan satu Batalyon yaitu Batalyon 352 (Bn Soeradji). Susunan dari Brigade V saat itu: 1. Batalyon 351 2. Batalyon 352 3. Batalyon 353 4. Batalyon 354 Pada tanggal 2 September 1950 diganti lagi namanya menjadi Brigade Panembahan Senopati Divisi Diponegoro. Susunannya: 1. Batalyon-415 2. Batalyon-416 3. Batalyon-417 4. Batalyon-418 5. Batalyon-419 Pada tanggal 20 Februari 1952 dilakukan penataaan organisasi dari bentuk Brigade ke dalam Resimen. Sehingga menjadi Resimen Infanteri-15/Sub Terr XV/Diponegoro. Susunannya: 1. Batalyon-444 2. Batalyon-445 3. Batalyon-445 4. Batalyon-446 Masa 1960-1977 Tahun 1961 Resimen Infanteri-15 dilikuidasi berdasar SK Pangdam VII Diponegoro No 258/9/1961 dan SK Kasad No.5/1958 yang mengakibatkan terbentuknya: 1. Korem 072 untuk satuan territorial 2. Brigade Infanteri-6 untuk satuan tempur Serah terima jabatan dari Komandan Resimen Infanteri-15 dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1961 kepada Komandan Korem-072 dan Komandan Brigade Infanteri-6. Adapun Kekuatan dari Brigade Infanteri-6 meliputi: 1. Batalyon Infanteri-K 2. Batalyon Infanteri-L 3. Batalyon Infanteri-M Ketika pada tanggal 7 Februari 1966, terjadi perubahan nama batalyon dari huruf ke angka, maka terjadi perubahan sebagai berikut: 1. Batalyon Infanteri-K menjadi Yonif-411 2. Batalyon Infanteri-L menjadi Yonif-412 3. Batalyon Infanteri-M menjadi Yonif-413 Masa 1977-Sekarang Bergabung ke Kostrad Atas keputusan KASAD, maka terhitung mulai 16 November 1977 secara resmi Brigade Infanteri-6 bergabung ke Kostrad yang meliputi : 1. Detasemen Markas Brigade 2. Detasemen Bantuan Administrasi Brigade 3. Batalyon Infanteri-411 4. Batalyon Infanteri-412 5. Batalyon Infanteri-413 Sehingga namanya berubah dari Brigif-6 Kodam Diponegoro menjadi Brigif-6 Kostrad. Kemudian tanggal 7 Agustus 1985, Brigif-6 Kostrad dilikuidasi menjadi Brigif-6 Divisi Infanteri-2 Kostrad. Kekuatan saat ini Saat ini kekuatan Brigade Infateri 6/Trisakti Baladaya, Divisi Infanteri 2, Kostrad terdiri atas: 1. Markas Brigade, menempati desa Turen, Mojolaban, Sukoharjo 2. Yonif 411/Pendawa di Salatiga 3. Yonif 412/Raider di Purworejo 4. Yonif 413/Bremoro di Mojolaban, Sukoharjo

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s