Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47. Secara resmi pada tahun 1950, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (dan Kadipaten Pakualaman) menjadi bagian dari Indonesia, yaitu sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kesultanan Yogyakarta (1755-1950)
* Nama Resmi: Nagari Kasultanan Ngayogyakarta/Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat (The Sultanate of Yogyakarta/The State of Yogyakarta)
* Bentuk: Kerajaan [1755-1945], Kerajaan Persatuan Berparlemen [1945-50]
* Status Politik: Protektorat (VOC [1755]-[1799]; Franco-Nederland [1800-1811]; EIC [1811-1816]; Hindia Belanda [1816-1942]; Kekaisaran Jepang [1942-45];dan Republik Indonesia [1945-50]).
* Kepala Negara dan Pemerintahan: ISKS Hamengku Buwana (HM Sultan Hamengku Buwono)
* Pengurus (Pengelola) Kerajaan (1755-1945): Pepatih Dalem (HE Premier)
* Lambang: Praja Cihna
* Himne Sultan: Monggang
* Ibukota: Kabupaten Kota Yogyakarta
* Bahasa Resmi: Jawa (1755-1950), Belanda (1755-1811;1816-1942), Inggris (1811-1816), Jepang (1942-1945), dan Indonesia (1945-1950).
* Agama Resmi: Islam

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s