terima kasih teman

Lisan berkata lapar senang makan…
Hingga hitam ditampakkan kalam…
Sebagai hijab atas indera keenam…
Enggan berfikir hasil diutamakan…

Sekedar tahu tak mau bertanya…
Penting dijawab bukanlah jalan…
Berawal dimana berakhir entah…
Bedanya lisan si pencari makan…

Tanda kini pekat menghitam…
Saat lisan berlafadz hati terdiam…
Berkata mudah dari berbuat…
Terjerat dunia tersirat niat…

Tak sanggup atau bisakah…
Kosong tiada ingat kan dunia…
Kala hati melafadzkan tasbih…
Tanpa sedikit pun lisan tergerak…

 

Moga persahabatan yg terbina…
Menjadi nyawa buat kita…
Hingga keakhirnya…

Mengenalmu…
Satu anugerah terindah buatku…
Takkan mungkin terganti…

Sadarlah teman…
Kau begitu nyata bagiku…

persahabatan
sungguh indah jika ia berkekalan
sungguh menyakitkan jika ia penuh dengan pengkhianatan
ibarat cinta yang setia telah di mungkiri

persahabatan
kehidupan tanpa persahabatan
umpama hidup di dalam kegelapan
kesunyian bertemankan kekosongan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s